Langsung ke konten utama

Batas Imajinasi


Dingin, suhu di pagi hari
Tak ada bedanya dengan tempo itu

   Aku hanya bersuara
   Menggambar dalam bayangan

   Aku ingin menangis,
   dengan rentang waktu yang lama

Kupejamkan mataku,
mencerna apa-apa yang kutahu

Samar-samar yang terdengar
Semakin membawa suasana

             Aku,
             aku merenung.


Si Pulang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Berjuang, Kak

Malang-Bandung perjalanan lima belas jam.    Kembali bekerja,    mengabdikan diri. Kupikir aku akan baik-baik, sedikit bulir dari mata.    Nyatanya, kita saling merindu    pada masa kemarin. Maka, biarlah rindu itu hadir Tak akan membudakkan           Di pagi yang tengah malam ini,           aku menitip pesan untuknya,           kepada saudaraku yang sama-sama berjuang. Semangat berjuang, kak!

Menjadi Manusia (1)

Tak sempurna bukan berarti rendah. Jika kelebihan yang meninggikanmu, ‘apakah kebanggaan itu harus hadir dalam dirimu? Merasa kecil di semua mata, bukan berarti kita tak bisa ‘apa-apa’. Seringkali kita melihat kekurangan diri. Menyalahkannya karena tak bisa sepaham dengan pandangan. Sekali, duakali, tak apa. Sebagai waktu untuk diri sendiri. Lantas, bagaimana jika ia berputar balik? Kita menolak diri sendiri. Karena kita yang menyembunyikan diri di balik ketidaksempurnaan. Jika mereka menolakmu, tak usah kau mundur. Sebab itu menjatuhkanmu. Terimalah, lalu jadikan asupan jiwa. Karena merekalah yang membuatmu kuat. Kita menunduk pada apa yang kita percayai , maka percayalah pada dirimu sendiri. Beri kesempatan untuknya agar bisa bekerja dengan alam. Bahwa kau tak akan kalah oleh pandangan. Teruntuk kamu, Jiwa-jiwa yang sedang menyembuhkan rasa. Raga-raga yang lelah karena berjuang. Kau adalah manusia kuat itu.        ...