Langsung ke konten utama

Menjadi Manusia (2)




Apa yang kamu ketahui tentang mereka yang menyendiri? Akankah jawaban di dalam benakmu, menjadi jawaban dari pilihannya? Hingga, beradulah pilihan dan perspektif.

Kawan, yang terasing belum tentu memilih untuk mengasingkan diri. Mereka memilih waktu untuk mendefinisikan keluh kesahnya. Yang tepatnya pada saat itu, ia bersama kesendiriannya. Hingga, terciptalah pikiranmu dan kenyataannya.

Tak perlu kau heran dengan mereka. Para jiwa yang mencari pendukung dalam kesunyian. Sebab di luar sana, hanyalah suara yang terus menyerang. Sudahlah pasti itu bukan tempat yang nyaman bagi mereka.

Kawan, cobalah untuk memahami keadaan. Jika kau belum bisa menjadi pendengar yang baik, maka jadilah pembicara yang pandai mengatur kata. Agar tak ada hati yang tergoreskan luka.

Kau ataupun ia membutuhkan media untuk menyampaikan rasa. Benar adanya perbedaan pilihan, namun ‘bukankah perbedaan itu indah?’ Menyembunyikan makna di dalam benak masing-masing orang.

Kita sama-sama mencoba. Lalu, mengapa mengutuk seseorang yang sedang mencoba?

Si Pulang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Berjuang, Kak

Malang-Bandung perjalanan lima belas jam.    Kembali bekerja,    mengabdikan diri. Kupikir aku akan baik-baik, sedikit bulir dari mata.    Nyatanya, kita saling merindu    pada masa kemarin. Maka, biarlah rindu itu hadir Tak akan membudakkan           Di pagi yang tengah malam ini,           aku menitip pesan untuknya,           kepada saudaraku yang sama-sama berjuang. Semangat berjuang, kak!

Menjadi Manusia (1)

Tak sempurna bukan berarti rendah. Jika kelebihan yang meninggikanmu, ‘apakah kebanggaan itu harus hadir dalam dirimu? Merasa kecil di semua mata, bukan berarti kita tak bisa ‘apa-apa’. Seringkali kita melihat kekurangan diri. Menyalahkannya karena tak bisa sepaham dengan pandangan. Sekali, duakali, tak apa. Sebagai waktu untuk diri sendiri. Lantas, bagaimana jika ia berputar balik? Kita menolak diri sendiri. Karena kita yang menyembunyikan diri di balik ketidaksempurnaan. Jika mereka menolakmu, tak usah kau mundur. Sebab itu menjatuhkanmu. Terimalah, lalu jadikan asupan jiwa. Karena merekalah yang membuatmu kuat. Kita menunduk pada apa yang kita percayai , maka percayalah pada dirimu sendiri. Beri kesempatan untuknya agar bisa bekerja dengan alam. Bahwa kau tak akan kalah oleh pandangan. Teruntuk kamu, Jiwa-jiwa yang sedang menyembuhkan rasa. Raga-raga yang lelah karena berjuang. Kau adalah manusia kuat itu.        ...

Batas Imajinasi

Dingin, suhu di pagi hari Tak ada bedanya dengan tempo itu    Aku hanya bersuara    Menggambar dalam bayangan    Aku ingin menangis,    dengan  rentang waktu yang lama Kupejamkan mataku, mencerna apa-apa yang kutahu Samar-samar yang terdengar Semakin membawa suasana               Aku,               aku merenung. Si P ulang