Apa yang kamu ketahui tentang mereka yang menyendiri?
Akankah jawaban di dalam benakmu, menjadi jawaban dari pilihannya? Hingga,
beradulah pilihan dan perspektif.
Kawan, yang terasing belum tentu memilih untuk
mengasingkan diri. Mereka memilih waktu untuk mendefinisikan keluh kesahnya.
Yang tepatnya pada saat itu, ia bersama kesendiriannya. Hingga, terciptalah
pikiranmu dan kenyataannya.
Tak perlu kau heran dengan mereka. Para jiwa yang
mencari pendukung dalam kesunyian. Sebab di luar sana, hanyalah suara yang
terus menyerang. Sudahlah pasti itu bukan tempat yang nyaman bagi mereka.
Kawan, cobalah untuk memahami keadaan. Jika kau belum
bisa menjadi pendengar yang baik, maka jadilah pembicara yang pandai mengatur
kata. Agar tak ada hati yang tergoreskan luka.
Kau ataupun ia membutuhkan media untuk menyampaikan
rasa. Benar adanya perbedaan pilihan, namun ‘bukankah perbedaan itu indah?’
Menyembunyikan makna di dalam benak masing-masing orang.
Kita
sama-sama mencoba. Lalu, mengapa mengutuk seseorang yang sedang mencoba?
Si Pulang
Komentar
Posting Komentar