Sadar tidak bahwa sebagian dari kita
adalah penerima, dan sebagiannya lagi adalah penolak. Menerima dengan lapang
dada. Menolak yang tak sesuai. Ini berbicara tentang pandangan. Mewajibkan
kesempurnaan, padahal kita yakini bahwa tak ada yang sempurna selain Zat Yang
Maha Menyempurnakan.
Kita pandai menilai diri sendiri.
Syukurlah, karena tak menghadirkan kebohongan dalam jiwa. Melihat ke dunia
luar, akan ada yang terus berwacana. Mengaku sebagai pemain handal dalam
menguasai diri yang lain.
Masih belum mengerti dengan manusia?
Sudah ditakdirkan memiliki kekurangan dan kelebihan. Masih dibutakan oleh
produk kefanaan? Sadarlah!
Kita sama-sama manusia, tetapi
mengapa saling menandingi? Melombakan nafsu yang merajalela. Memboroskan waktu
dengan permainan. Mata menelaah di balik kacamata.
Ingat pesanku, kawan. Tak mengapa
kita serba kekurangan. Kita hanya perlu mengubah cara pandang. Menjadikan
kekurangan sebagai pelengkap dari kelebihan. Kau pusingkan dirimu, mereka tak
mengubrisnya. Berhenti saling menilai,
mari mulai evaluasi.
Mari, saling memahami. Sama-sama
manusia. Sama-sama punya hati.
Si
Pulang
Komentar
Posting Komentar